banner gunadarma

Minggu, 27 Februari 2011

Globalisasi Ekonomi dan Trend Investasi


Nama : Yanita Utami
Kelas  : 1EB15
NPM  : 28210595

Globalisasi Ekonomi dan Trend Investasi : Aspek Pendanaan Usaha

A. Pengertian Globalisasi Ekonomi 

            Apakah yang dimaksud dengan Globalisasi Ekonomi ? Pertanyaan tersebut kian mendominasi setiap pembicaraan publik di Indonesia. Globalisasi Ekonomi adalah berlangsungnya gerak arus barang, jasa dan uang di dunia secara dinamis, sesuai dengan prinsip ekonomi, dimana berbagai hambatan terhadap arus tersebut menjadi semakin berkurang. Hambatan berupa protoksionisme perdagangan, larangan investasi, dan regulasi devisa dan moneter yang mengekang arus jasa dan kapital internasional semakin lama menjadi semakin berkurang bila globalisasi ekonomi berlangsung.
            Globalisasi ekonomi juga dapat di definisikan sebagai mendunianya kegiatan dan keterkaitan perekonomian. Transanasionalisasi kegiatan perekonomian ini bukan lagi hanya terbatas pada aspek perdagangan dan keuangan, tapi meluas ke aspek produksi dan pemasaran, bahkan sumber daya manusia.
            Globalisasi menggiring perusahaan raksasa yang semula multinasional menjadi transnasional. Mereka beroperasi menembus batas-batas negara, bahkan memudarkannya. Ini menyebabkan meningkatnya peredaran uang dan modal secara global, pesatnya ahli-teknologi, cepatnya distribusi hasil-hasil produksi (khususnya produk-produk industrial), munculnya aliansi strategis antar perusahaan sejenis, serta bermunculannya produk-produk berstandar global (dalam arti bisa diproduksi dan dipasarkan di mana saja). Semua ini mengakibatkan bisnis dan perdagangan (pada khususnya) serta perekonomian (pada umumnya) manjadi kian kompetitif.
            Dalam situasi sekarang, keunggulan bisnis dan perekonomian bukan lagi berdasarkan pada strategi keunggulan  komparatif (comparative advantage) melainkan strategi keunggulan kompetitif (competitive advantage).
            Perusahaan-perusahaan transnasional melebarkan sayap ke berbagai negara bukan lagi untuk mengejar  "economies of scale" (mengejar keuntungan sebesar-besarnya berdasarkan pertimbangan skala usaha), tapi memburu "economies of scope" (merebut pangsa pasar seluas-luasnya berdasarkan pertimbangan cakupan area).
            Globalisasi mengubah struktur perkeonomian dunia secara fundamental. Interdependensi (salingketergantungan) perekonomian antar negara semakin erat. Bukan hanya berlangsung antar negara maju saja, tetapi berlangsung juga antar negara maju dan berkembang juga. Begitu pula Indonesia yang jelas akan terpengaruhi oleh Interdependensi juga.
            Globalisasi arus barang-uang-orang menyebabkan negara-negara di dunia semakin terjalin dan saling tergantung atau membutuhkan. Pada saat yang sama, supaya tidak tertelan arus globalisasi, tiap-tiap negara perlu memiliki keunggulan kompetitif.
            Sementara arus globalisasi kian gencar, negara-negara di berbagai belahan bumi justru mengelompok secara ekslusif berbagai preferensi di antara sesama mereka., sehingga menimbulkan rintangan (barrier) bagi negara-negara lain untuk berniaga dengan mereka.
            Tantangan pembangunan ekonomi yang kita hadapi sekarang bukan lagi sekadar masalah efisiensi produksi dan peningkatan eksport nonmigas, melainkan jauh lebih penting lagi adalah pengembangan sumberdaya manusia dan pemajuan teknologi.

           Globalisasi Ekonomi juga merupakan pertarungan pengembangan market share dari setiap unit usaha pada skala dunia. Dari sini pendapat Drucker bahwa yang diincar bukan profit maximization, tapi market maximization tampaknya juga mempunyai dasar. Tetapi, dengan mengatakan demikian kita jangan terjebak untuk bergiat merambah pasar-pasar baru tanpa mengukur berdasarkan kaidah-kaidah ekonomi seperti perhitungan return on investmen dan internal rate of return atau pun berbagai metoda yang digunakan dalam situasi kelayakan sebuah investasi.
           Dalam dekade yang akan datang, pergerakan modal, tenaga terampil, pengetahuan dan badan usaha (firm) akan menjadi lebih mobile di antara negara, benua dan kebudayaan. Telah terjadi kenaikan jumlah pemilik aset keuangan dan fisik, makin banyak tenaga terampil dan penguasaan teknologi yang makin menyebar di banyak negara tidak hanya terpusat di negara tertentu, sperti yang terjadi dalam dekade sebelumnya.
           Jika dala tahun 1980-an, perdagangan dunia dan investasi langsung hampir terpusat di AS, Jepang, dan negara Eropa Barat, maka dalam dekade 1990-an mobilitas faktor produksi dan perdagangan dunia diperkirakan akan menyebar ke lebih banyak lokasi/negara di dunia. Proses makin tingginya mobilitas faktor produksi mengakibatkan terjadinya globalisasi ekonomi dunia, di mana kegiatan produksi antarnegara makin erat terkait satu sama lainnya.
           Ekonomi makro amat sangat diperlukan bagi pemahaman kita tentang prospek bisnis dan investasi, tentunya merupakan hal yang tak perlu dipertanyakan. Yang menjadi soal kini adalah menginterprestasikan satu data makro yang secara tepat sehingga peluang bisnis tampak dalam sosok yang jelas.
            Beberapa hal yang dapat ditelaah adalah sebagai berikut :
1.      Kondisi eksternal ekonomi Indonesia hingga jangka menengah mendatang tampaknya tidak akan mengalami fase kritis kendati bukan pula merupakan kondisi yang comfortable.
2.      Utang luar negeri kita akan merupakan masalah yang serius yang akan bersama kita hingga jangka menengah. Sementara itu kebutuhan akan utang baru juga tampak tak terelakkan hingga jangka menengah nanti.
3.      Arus pemasukan modal dari luar negeri, baik dalam bentuk pinjaman swasta maupun investasi luar negeri langsung (foreign diect investmen) masih cenderung positif dalam perbandingan dengan arus pembayawan cicilan utang  dan defisit neraca transaksi berjalan.
            Bagi kalangan bisnis masih terbentang jarak yang cukup jauh antara telaah di atas dengan upaya membuka peluang dasar dan investasi baru, atau pun untuk meningkatkan daya saing dari kegiatan yang telah dilaksanakan.
             Persoalan penting bagi Indonesia jadinya adalah bagaimana kita bisa melenyapkan distorsi dalam perdagangan dalam negeri dan restriksi ekspor dan impor yang tetap masih berlangsung hingga kini.



B. Tinjuan Umum

            Ada kecenderungan kian lama prediksi-prediksi ekonomi dunia kian jauh dari realisasinya. Sekalipun banyak pengamat yang menduga bahwa nilai Yen akan terus menguat terhadap dollar Amerika Serikat nenuju ambang psikologis, yakni 100 Yen untuk satu dollar Amerika Serikat, namun tidak banyak yang menduga bahwa prosesnya bisa terjadi begitu cepat. Semakin sedikit lagi ekonom yang memasukkan Yendaka itu dalam model ekonometrinya.
            Kita harus peduli terhadap Yendaka. Indonesia jelas terkena dampak langsung nya mengingat sekitar 40 % dari total utang pemerintah dalam denominasi Yen sehingga beban utang (pembayaran cicilan pokok dan bunga pinjaman internasional) akan langsung membengkak begitu Yendaka terjadi. Pada tahun 1986, total stok utang Indonesia bertambah lebih dari US$2,1 miliar gara-gara Yendaka; sedangkan pada tahun 1993 kemarin pertambahannya mendekati US$ 1 miliar.
            Penguatan nilai Yen juga akan merangsang PMA dari Jepang dan impor mereka. Kalau PMA Jepang yang akan masuk ke Indonesia malah merosot, maka ini merupakan salah satu indikasi bahwa daya saing kita melemah dalam menyedot investasi asing. Kalau impor Jepang dari Indonesia tidak mengalami peningkatan, padahal Yendaka terus terjadi, maka ini merupakan sinyal yang jelas bahwa ada sesuatu yang kurang beres dengan daya saing produk-produk ekspor kita.
            Lantas bagaimana kita menjelaskan terus meningkatkan surplus perdagangan Jepang sekalipun ia mengalami Yendaka ? Amerika Serikat sendiri memang menginginkan nilai Yen terus menguat agar ekspornya ke Jepang bisa meningkat dan impornya dari Jepang menurun. Namun ternyata defisit perdagangan Amerika Serikat dengan Jepang malah terus membesar. Kalaupun surplus perdagangan barang total Jepang sedikit menurun, tidak demikian halnya dengan transaksi lancar. Ini terjadi karena  penurunan surplus perdagangan barang diimbangi dengan terus meningkatnya surplus perdagangan jasa, khususnya jasa-jasa faktor. PMA Jepang yang telah merambahj di seantero dunia semakin deras mengalirkan keuntungan dan bunga modal ke negara asalnya.
            Ilustrasi diatas hanya sekedar contoh dari dinamika dunia yang semakin pelik, yang tidak cukup dijelaskan hanya dengan perangkat-perangkat analisis ekonomi. Di tengah-tengah lingkungan internasional seperti ini, setiap negara semakin dituntut untuk terus membenahi perekonomian masing-masing agar tidak terseret arus dan menjadi korban.
                                                               
C.  Perkembangan Output dan Perdagangan Dunia

            Perekonomian Indonesia masih saja diselubungi oleh bayangan pesimisme. Pemulihan (recovery) di Negara-negara industri maju, yang diharapkan bakal terjadi secara cukup berarti, belum juga menampakkan sosoknya yang lebih jelas dan konsisten. Optimisme International Monetary Fund tahun 1993 ternyata berlebihan. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Negara-negara industri maju pada tahun 1993 akan mencapai 1,7 persen. Namun ternyata perkiraan yang sudah dianggap sedang-sedang saja ini dikoreksi kembali menjadi hanya 1,1 persen. Terlalu banyak faktor yang mempengaruhi, dan para ekonom harus lebih tekun memahami fenomena-fenomena perubahan didunia belakangan ini.
            Pesimisme mengenai pertumbuhan di Negara-negara industri bersumber dari tetap atau semakin melemahnya pertumbuhan ekonomi di Negara-negara Eropa Barat, terutama Jerman, Perancis dan Italia. Perkiraan pertumbuhan ekonomi yang negative di Jepang, semakin memperparah kinerja perekonomian Negara-negara industri secara keseluruhan.
            Kemerosotan ekonomi di Jerman beriringan dengan inflasi yang relative tinggi dan peningkatan defisit transaksi lancar (current account). Inflasi juga terjadi di Italia dan Inggris. Sementara di Jepang, inflasi bahkan menurun hingga ke titik yang sangat rendah, bahkan terendah di antara Negara-negara industri. Bertolak dari ciri perkembangan ini cukup beralasan bagi pemerintah Jepang untuk menggairahkan kembali perekonomian domestic dengan memperlonggar kebijakan fiskalnya. Selain itu, surplus transaksi lancar Jepang terus melonjak, dari US$1178 miliar pada tahun1992 menjadi US$137 miliar untuk tahun 1993. Kenyataan inilah yang tampaknya melandasi kegarangan Fred Bergsten dalam ceramahnya baru-baru ini di Jakarta yang “menuduh” Jepang telah mengekspor pengangguran kemana-mana.
            Di tengah perlambatan aktivitas ekonomi di suatu Negara industri yang menghasilkan tiga perempat output dunia ini, kinerja ekonomi seperti Negara berkembang semakin cemerlang. KInerja ekonomi Negara-negara yang sedang berkembang (NSB) tampaknya semakin kurang bergantung kepada negara industri. Kecenderungan ini antara lain disebabkan oleh dinamisme di kawasan-kawasan tertentu, sehingga bisa mengkompensasikan sebagian penurunan intensitas perdagangan dengan Negara-negara industri.
            Salah satu hal yang agaknya bisa menjelaskan ekspansi perekonomian Negara-negara berkembang diatas adalah seluruh Negara berkembang di semua kawasan telah melakukan pembaruan dalam perekonomian domestic mereka. Restrukturisasi, reformasi, proses penyesuaian (adjustment), deregulasi, dan privatisaisi merupakan konsep berkembang. Artinya, proses marketisasi telah terjadi di mana-mana, memerangi berbagai bentuk piuh yang mengganggu mekanisme pasar bebas.

D.Perubahan Struktur dan Ketimpangan Arus Finansial

          Sudah jelas bahwan kebutuhan mendasar NSB adalah aliran dana luar negeri. Lebih dari itu, Negara-negara terbelakang sangat membutuhkan bantuan keungan dengan syarat-syarat yang sangat lunak. Tanpa aliran dana sejenis ini agalnya sulit untuk membayangkan prospek ekonomi yang lebih cerah terjadi di Negara-negara terbelakang.
          Ironisnya, justru pergerakan financial dunia yang terbersar terjadi di antara Negara maju. Dan lagi, dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi aliran dana keluar dari NSB ke Negara maju akibat beban utang yang kian meningkat ditambah dengan pelarian modal dari NSB.
          Negara-negara berkembang yang tersisih dari arus lalu lintas keuangan internasional, khususnya yang berasal dari sumber-sumber keuangan swasta, ternyata hanya sedikit. Penyebabnya adalah hampir semuanya adalah Negara berkembang di kawasan Afrika. Administrasi pemerintahan dan system politik yang masih rapuh, keterbatasan sumber daya manusia dan masih begitu lemahnya basis ekonomi. Negara-negara yang berkembang yang dinamis, yang telah menemukan pembaruan ekonominya secara progresif, justru semakin diincar sebagai pilihan lokasi investasi yang menjanjikan rate of return yang lebih menarik apabila di bandingkan dengan yang ada di Negara-negara maju yang menjadi asal dari modal itu.
          Selain itu, era pasca perang dingin telah menggiring semua Negara untuk lebih serius membangun perekonomiannya di tengah-tengah arus globalisasi yang semakin deras. Munculnya pelaku-pelaku pasar aktif sebanyak tidak kurang dari 1,5 miliar manusia yang turut meramaikan derap langkah ke satu titik focus.
          Perkembangan di ataslah yang menguakkan peluang-peluang baru di Negara-negara berkembang. Bank-bank komersial sebagai sumber pasokan dana utama kian berhati-hati, karena tidak lagi mau mengulang petaka yang nyaris memporakporandakan system keuangan internasional akibat krisis utang global di awal tahun 1980-an.
          Sementara itu telah terjadi perubahan struktur atas permodalan jangka panjang yang masuk ke Negara-negara sedang berkembang. Jika pada tahun 1981 hampir separuhnya adalah pinjaman dari bank-bank komersial untuk pemerintah, maka pada tahun 1992 porsi dari jenis pembiayaan ini telah menukik tajam hingga hanya 13,6 persen saja. Arus penanaman modal asing langsung misalnya pada tahun 1992 telah mencapai 6,7 persen, padahal 11 tahun sebelumnya hanya 8,3 persen. Demikian pula halnya transfer dana dan obligasi. Dengan demikian, porsi penanaman modal asing, saham dan obligasi, secara keseluruhan telah meliputi hampir sepertiga dari total dana jangka panjang total yang masuk ke Negara-negara sedang berkembang. Perkembangan ini memberikan indikasi yang jelas bahwa peluang bagi pendanaan investasi di Negara-negara berkembang semakin terbuka dan beraneka ragam.
          Selama kurun waktu antara tahun 1976 hingga tahun 1990 sumber penanaman modal asing langsung yang berasal dari Negara-negara maju adalah sebesar 57 persen, sedangkan untuk 1990 saja sudah sebesar 62 persen. Sementara itu, penyerap PMA yang terbesar adalah negaranegara maju sendiri, yakni sebesar 81 persen untuk 1976-1990 dan 85 persen untuk tahun 1990 saja. Dengan mudah dapat di perkirakan adanya kecenderungan bahwa arus PMA dari NSB ke Negara-negara maju kian meningkat. Dari hanya sekitar 15 persen PMA langsung yang menuju ke NSB, hampir separuhnya diserap oleh NSB Asia Pasifik dan Negara ASEAN. Sementara yang masuk ke Afrika Cuma 8,7 persen dan ke Asia Selatan hanya 1,4 persen. Jadi, persebaran arus PMA sangat timpang. Negara-negara yang telah berhasil melakukan reformasi ekonomi dan sekaligus yang cukup berhasil membuat perekonomiannya dinamis sajalah yang paling berpeluang menyedot arus PMA.
          Karena perubahan pola pembiayaan eksternal yang menempatkan PMA langsung sebagai sumber pembiayaan, maka prospek masuknya PMA ke Negara-negara yang telah menunjukkan perkembangan ekonomi yang sehat secara konsisten, prospeknya semakin cerah. Prospek yang cerah bagi sebagian Negara sedang berkembang ini juga tercermin secara jelas dari peningkatan obligasi dan equity portfolio yang mereka terima.


E.  Penguatan Home Front

          Bagi Indonesia, sumber-sumber pembiayaan di dalam negeri masih sangat terbatas. Memang tidak realistis jika kita mengharapkan target pertumbuhan tinggi sementara sumber pembiayaannya masih terbatas. Kalaupun potensi pembiayaan di dalam negeri dipandang cukup besar, itu cenderung bersifat semu, yakni hanya terbatas pada puncak-puncak piramida bisnis. Karena sifatnya yang demikian, biasanya sumber pembiayaan ini agak rentan terhadap gejolak ekonomi dan politik. Memang, pada dasarnya kita harus menempatkan modal ini sebagai sesuatu yang tidak memilik kewarganegaraan. Ia bisa terbang ke mana angin berhembus, melewati batas-batas negara. Agak mustahil tentu saja, mengharapkan tingkat mobilisasi tabungan yang relatif tinggi di negara seperti Indonesia yang menurut laporan Susenas 1990, sekitar 67 persen penduduknya hanya mengeluarkan uang kurang dari Rp. 1000 per orang sehari.
          Sumber dana dari luar negeri, oleh karena itu, merupakan alternatif yang tak terelakkan. Masalahnya adalah bagaimana menciptakan kondisi makroekonomi yang kondusif serta Lingkungan bisnis yang kompetitif. Selain itu, pengembangan sumber daya manusia serta infrastruktur dalam artian luas juga merupakan necessary condition. Di tengah perkembangan di atas perlu adanya perubahan orientasi dari peran pemerintah, dari aktor dan regulator menjadi supervisor. Ini tidak berarti bahwa peran pemerintah semakin tidak penting. Pada bidang-bidang tertentu keberadaan pemerintah tetap bersifat mutlak, namun dengan semangat untuk mengendalikan agar para aktor tidak bertindak secara liar serta dalam upaya untuk melindungi masyarakat dari praktek-praktek yang tidak “adil”.

Sumber :
-          Basri, Faisal. Perekonomian Indonesia Menjelang Abad XII : Distorsi, Peluang dan Kendala. Depok : PT Gelora Aksara Pratama, 1995.
-          Dumairy. Perekonomian indonesia. Jakarta : Erlangga.
-         Sjahrir. Persoalan Ekonomi Indonesia : Moneter, Perkreditan & Neraca Pembayaran. Jakarta : CV. Muliasari, 1995.

Selasa, 23 November 2010

Strategi Pemasaran (Pengantar Bisnis)

Nama : Yanita Utami
Kelas : 1EB15
NPM : 28210595

Strategi Pemasaran yang ingin saya tuliskan disini adalah Strategi Pemasaran dari  Pondok Makan 21yang beralamat JL. Balai Pustaka Timur Rawamangun.
Jenis perusahaan yang dijalankan yaitu jenis yang menghasilkan makanan.

Pondok makan ini buka dari pukul 17.00 - 00.30
Dengan masakan yang enak dan membuat saya ketagihan, akhir nya saya memutuskan untuk menjadikan pondok makan ini  sebagai objek dari penulisan saya.
Jenis produk yang dihasilkan yaitu produk barang yang langsung di konsumsi, yang bisa dikatagorikan sebagai convinien goods. Dikarenakan produk konsumsi yang dihasilkan perusahaan ini merupakan makanan yang mana merupakan kebutuhan pokok sehari-hari yang harus dipenuhi.

Price yang digunakan oleh perusahaan ini adalah cost plus pricing dimana cost plus pricing mempertimbangkan seluruh biaya produksi dan non produksi didalam menetapkan harga.

Berkaitan dengan jenis distribusi yang dipakai yaitu Distribusi Ekslusif, dimana karna perusahaan ini baru memiliki 1 outlet, dan belum memliki cabang, oleh karna itu dikatagorikan sebagai Distribusi Eklusif.

Promosi yang digunakan oleh perusahaan ini yaitu Promosi penjualan pada awal-awalnya, seiring jalannya waktu promosi yang digunakan yaitu periklanan dan tersebar melalui mulut ke mulut.

Sekian penulisan tentang strategi pemasaran dari saya.

Terimakasih.

Minggu, 14 November 2010

Strategi Pemasaran (Pengantar Bisnis)

Nama : Yanita Utami
Kelas : 1EB15
NPM : 28210595

Strategi pemasaran dari suatu perusahaan yang ingin saya jelaskan adalah Warnet Champion atau bisa disebut Champion Net.
Kenapa objek yang saya jadikan sebagai objek untuk menjelaskan startegi pemasaran dari perusahaan/outlet ini adalah sebuah warnet ? Karna warnet ini memiliki cabang juga di Bandung, maka dari itu warnet ini bisa dikatakan cukup sukses dan ramai, dan juga pantas untuk saya angkat sebagai objek untuk menjelaskan strategi pemasarannya.

Warnet ini bernama Champion Net yang beralamat Jl Gading Raya, Pisangan Lama Rawamangun - Jakarta Timut, berdekatan dengan Champion Tailor. Walaupun berdekatan dengan Champion Tailor dan memiliki nama yang sama akan tetapi pemilik dari Champion Net berbeda orang dengan pemilik Champion Net.

Pemilik net ini merupakan pasangan suami istri yang bernama Mas Dhani dan Mbak Icha (panggilan biasa nya dari pelanggan kepada pemilik).
Jenis dari usaha yang di jalankan,


on progress ..

Jumat, 29 Oktober 2010

Tugas untuk Mahasiswa Baru 2010 ( pengembangan Mata Kuliah yang adaptif terhadap SoftSkill )

Nama : Yanita Utami
Kelas : 1EB15
NPM : 28210595


Baiklah saya akan menejelaskan dan menganalisis tentang salah satu sistem informasi yang dimiliki oleh Universitas Gunadarma, yaitu : Studentsite
Mengapa saya memilih menjelaskan dan menganalisis kelebihan dan kekurangan studentsite ?
Tidak lain dan tidak bukan, karena layanan yang di sajikan dari Universitas Gunadarma ini sangat diperlukan dalam proses ngajar-mengajar antara dosen dan mahasiswa/i.


STUDENT SITE adalah fasilitas berbasis web yang diperuntukan bagi semua mahasiswa Universitas Gunadarma yang masih aktif. Dengan fasilitas ini, mahasiswa Universitas Gunadarma dapat berkolaborasi dan saling mendapatkan informasi antar civitas akademika Universitas Gunadarma.

Studentsite ini merupakan layanan yang di sajikan dari Universitas Gunadarma demi kemudahan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen-dosen. Seperti salah satu contoh Tugas Mata Kuliah Pengantar Bisnis (Soft Skill).
Mata Kuliah yang satu ini menggunakan layanan dari Studentsite. Untuk menggunakan layanan studentsite ini, mahasiswa/mahasiswi harus mempunyai account Studentsite (harus diaktifasi terlebih dahulu) dan juga account Blog (sebagai tempat tulisan/portofolio di letakkan).
Studentsite juga menyajikan berbagai fitur yang mudah digunakan.

Di Studentsite ini, mahasiswa juga dapat melakukan berbagai hal, seperti berikut :

Mahasiswa bisa membaca berita-berita terkini tentang Universitas Gunadarma yang juga dimuat di situs resmi universitas. Selain itu, segala berita akademis yang bersumber dari BAAK juga dapat dipantau dalam suatu fitur STUDENT SITE, yaitu LOCKER. Seperti halnya loker biasa yang dapat menyimpan berbagai barang pribadi si pemilik, fitur LOCKER ini juga meyimpan pesan dosen (Lecture Message) yang diberikan oleh dosen dari mahasiswa yang bersangkutan, Rangkuman Nilai, Jadwal Kuliah , dan Jadwal Ujian. Jadi dengan hanya membuka “LOCKER”, mahasiswa bisa tahu semua hal yang terkait dengan kegiatan akademisnya di Universitas Gunadarma.

Selain locker, STUDENT SITE juga memuat fitur ADDRESS BOOK yang dapat dimanfaatkan untuk mengelola alamat-alamat email kolega dari mahasiswa yang bersangkutan.

Fitur bermanfaat lainnya yang dapat digunakan adalah CALENDAR. Fitur ini memungkinkan si mahasiswa mengatur jadwal hariannya selayaknya agenda. Dengan demikian, tidak ada kegiatan yang terlewatkan atau terlupakan. Mahasiswa juga dapat menyimpan dan mengelola file-file yang dimilkinya dengan fitur FILE MANAGER.

Fitur lain yang juga menjadi daya tarik dari fasilitas STUDENT SITE adalah FORUM. Mahasiswa dapat berkomunikasi dan bertukar pikiran mengenai suatu topik yang sedang hangat saat ini dengan rekan-rekan sejawatnya melalui fitur ini. Fitur lain yang satu haluan dengan fitur FORUM, adalah POLLS. Dengan fitur ini, mahasiswa bisa menjaring pendapat rekan-rekannya mengenai suatu topik, peristiwa maupun fenomena yang sedang terjadi.

Selain itu, mahasiswa juga memperoleh fasilitas email dengan kapasitas 100 MB. Fitur email ini dapat diakses dalam satu layar (window) aplikasi dengan STUDENT SITE, sehingga si mahasiswa tidak perlu mengaktifkan aplikasi browser lagi untuk melihat ataupun membuat surat elektronik. Fitur ini juga menyediakan komponen yang sudah umum seperti filtering, managing folder, deleting, dan lainnya. Kapasitas yang besar juga membuat mahasiswa lebih fleksibel untuk mengatur aktivitas surat menyurat elektroniknya.

Fitur BOOKMARK adalah fitur yang harus dimanfaatkan oleh mahasiswa yang sering mencari informasi melalui internet, terutama jika mahasiswa/i memiliki situs favorit yang sering di kunjungi. Karena dengan fitur ini si mahasiswa dapat menyimpan URL situs favoritnya tersebut untuk referensi di kemudian hari.

Situs mahasiswa (studentsite) disediakan untuk memperoleh informasi dari dosen maupun program studi yang dapat secara langsung diketahui melalui situs mahasiswa tersebut. Situs ini dapat digunakan untuk mendukung proses belajar-mengajar yaitu melalui (a) informasi jadwal kuliah dan ujian, (b) informasi atau tugas dari dosen, dan (3) Daftar Nilai Sementara (DNS). Selain itu, USER ID dan password pada studentsite ini dapat digunakan untuk mengakses layanan ICT lainnya yaitu UG-Hotzone, Internet Lounge, Integrated Lab, Career Center, dan E-Learning Center. Fitur lainnya adalah fasilitas email, forum atau group discussion, pendaftaran sidang akhir, dan pemesanan surat keterangan.

Semua itu bisa diakses di mana saja dan kapan saja.

Untuk lebih jelas dapat langsung di akses ke
http://studentsite.gunadarma.ac.id

Kekurangan dari fasilitas ini adalah terkadang suka eror nya untuk mengaskses ke situs studentsite tersebut.
Selain dari itu saya rasa sudah cukup tentang Fasilitas Layanan Studentsite.
:)

Selasa, 12 Oktober 2010

Firma (Pengantar Bisnis)

Nama : Yanita Utami 
NPM  : 28210595
Kelas : 1EB15


Firma (dari bahasa Belanda venootschap onder firma; secara harfiah: perserikatan dagang antara beberapa perusahaan) atau sering juga disebut Fa, adalah sebuah bentuk persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan memakai nama bersama. Pemiliki firma terdiri dari beberapa orang yang bersekutu dan masing-masing anggota persekutuan menyerahkan kekayaan pribadi sesuai yang tercantum dalam akta pendirian perusahaan.

Proses Pendirian & Pembubaran 

Proses Pendirian

Berdasarkan Pasal 16 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang, Persekutuan Firma adalah persekutuan yang diadakan untuk menjalankan suatu perusahaan dengan memakai nama bersama. Menurut pendapat lain, Persekutuan Firma adalah setiap perusahaan yang didirikan untuk menjalankan suatu perusahaan di bawah nama bersama atau Firma sebagai nama yang dipakai untuk berdagang bersama-sama. Persekutuan Firma merupakan bagian dari persekutuan perdata, maka dasar hukum persekutuan firma terdapat pada Pasal 16 sampai dengan Pasal 35 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) dan pasal-pasal lainnya dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) yang terkait. Dalam Pasal 22 KUHD disebutkan bahwa persekutuan firma harus didirikan dengan akta otentik tanpa adanya kemungkinan untuk disangkalkan kepada pihak ketiga bila akta itu tidak ada. Pasal 23 KUHD dan Pasal 28 KUHD menyebutkan setelah akta pendirian dibuat, maka harus didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri dimana firma tersebut berkedudukan dan kemudian akta pendirian tersebut harus diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Selama akta pendirian belum didaftarkan dan diumumkan, maka pihak ketiga menganggap firma sebagai persekutuan umum yang menjalankan segala macam usaha, didirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas serta semua sekutu berwenang menandatangani berbagai surat untuk firma ini sebagaimana dimaksud di dalam Pasal 29 KUHD. Isi ikhtisar resmi akta pendirian firma dapat dilihat di Pasal 26 KUHD yang harus memuat sebagai berikut:
  1. Nama, nama kecil, pekerjaan dan tempat tinggal para sekutu firma.
  2. Pernyataan firmanya dengan menunjukan apakah persekutuan itu umum ataukah terbatas pada suatu cabang khusus perusahaan tertentu dan dalam hal terakhir dengan menunjukan cabang khusus itu.
  3. Penunjukan para sekutu yang tidak diperkenankan bertanda tangan atas nama firma.
  4. Saat mulai berlakunya persekutuan dan saat berakhirnya.
  5. Dan selanjutnya, pada umumnya bagian-bagian dari perjanjiannya yang harus dipakai untuk menentukan hak-hak pihak ketiga terhadap para sekutu.
Pada umumnya Persekutuan Firma disebut juga sebagai perusahaan yang tidak berbadan hukum karena firma telah memenuhi syarat/unsur materiil namun syarat/unsur formalnya berupa pengesahan atau pengakuan dari Negara berupa peraturan perundang-undangan belum ada. Hal inilah yang menyebabkan Persekutuan Firma bukan merupakan persekutuan yang berbadan hukum.


Proses Pembubaran

Pembubaran Persekutuan Firma diatur dalam ketentuan Pasal 1646 sampai dengan Pasal 1652 KUHPerdata dan Pasal 31 sampai dengan Pasal 35 KUHD. Pasal 1646 KUHPerdata menyebutkan bahwa ada 5 hal yang menyebabkan Persekutuan Firma berakhir, yaitu :
  1. Jangka waktu firma telah berakhir sesuai yang telah ditentukan dalam akta pendirian;
  2. Adanya pengunduran diri dari sekutunya atau pemberhentian sekutunya;
  3. Musnahnya barang atau telah selesainya usaha yang dijalankan persekutuan firma;
  4. Adanya kehendak dari seorang atau beberapa orang sekutu;
  5. Salah seorang sekutu meninggal dunia atau berada di bawah pengampuan atau dinyatakan pailit

Sekutu

Dalam Persekutuan Firma hanya terdapat satu macam sekutu, yaitu sekutu komplementer atau Firmant. Sekutu komplementer menjalankan perusahaan dan mengadakan hubungan hukum dengan pihak ketiga sehingga bertanggung jawab pribadi untuk keseluruhan. Pasal 17 KUHD menyebutkan bahwa dalam anggaran dasar harus ditegaskan apakah diantara para sekutu ada yang tidak diperkenankan bertindak keluar untuk mengadakan hubungan hukum dengan pihak ketiga. Meskipun sekutu kerja tersebut dikeluarkan wewenangnya atau tidak diberi wewenang untuk mengadakan hubungan hukum dengan pihak ketiga, namun hal ini tidak menghilangkan sifat tanggung jawab pribadi untuk keseluruhan, sebagaimana diatur dalam Pasal 18 KUHD.


Keuntungan

Perihal pembagian keuntungan dan kerugian dalam persekutuan Firma diatur dalam Pasal 1633 sampai dengan Pasal 1635 KUHPerdata yang mengatur cara pembagian keuntungan dan kerugian yang diperjanjikan dan yang tidak diperjanjikan diantara pada sekutu. Dalam hal cara pembagian keuntungan dan kerugian diperjanjikan oleh sekutu, sebaiknya pembagian tersebut diatur di dalam perjanjian pendirian persekutuan. Dengan batasan ketentuan tersebut tidak boleh memberikan seluruh keuntungan hanya kepada salah seorang sekutu saja dan boleh diperjanjikan jika seluruh kerugian hanya ditanggung oleh salah satu sekutu saja. Penetapan pembagian keuntungan oleh pihak ketiga tidak diperbolehkan.
Apabila cara pembagian keuntungan dan kerugian tidak diperjanjikan, maka pembagian didasarkan pada perimbangan pemasukan secara adil dan seimbang dan sekutu yang memasukkan berupa tenaga kerja hanya dipersamakan dengan sekutu yang memasukkan uang atau benda yang paling sedikit.


contoh : Firma Hukum yaitu Bahar and Partners Lawyer
Perusahaan Firma Bahar and Partners ini bergerak dalam bidang hukum seluruh bidang hukum perusahaan yang diakui di Indonesia dan secara Internasional.

Bahar & Partners memiliki kemampuan di bidang hukum untuk mengakomodasi irama menuntut dunia usaha yang dinamis.Dan didedikasikan untuk menyediakan bantuan yang tak tertandingi dan dukungan kepada klien, memasukan integritas yang tinggi dalam array beragam keahlian
"Pursuit of Excellence" adalah filosofi perusahaan firma dari Bahar & Partners dan kata-kata mereka kepada klien mereka yang terhormat. Hal ini juga mendorong firma tersebut untuk memberikan layanan terbaik untuk semua klien berharga mereka.











sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Firma

http://www.baharandpartners.com/

Rabu, 06 Oktober 2010

Lingkungan Perusahaan (Pengantar Bisnis)

PERUSAHAAN DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN

I.    Pengertian Perusahaan
Adalah suatu unit kegiatan yang melakukan aktivitas pengolahan aktivitas pengolahan faktor-faktor produksi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat, mendistribusi serta melakukan uapaya lain dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat. Atau suatu unit kegiatan ekonomi yang di organisasikan dan dijalankan sebagai organisasi produksi yang tujuannya untuk menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi dengan tujuan untuk menyediakan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.

II. Tempat dan Kedudukan Perusahaan
Pemilihan tempat dan letak perusahaan, factor penting untuk menjamin tercapainya:
  • Tujuan perusahaan
  • Efisiensi perusahaan
  • Daerah pemasaran produk
  • Pindah tempat : tidak ekonomis dan peraturan pemerintah
2.1. Tempat Kedudukan Perusahaan
Adalah kantor pusat perusahaan tersebut yang dipengaruhi oleh faktor kelancaran hubungan dengan lembaga lainnya.
2.2.  Letak Prusahaan
Adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik atau pabrik dipengaruhi oleh factor ekonomi, untuk efisiensi yang berkaitan dengan biaya.
2.3. Jenis-Jenis Letak Perusahaan
       Dibedakan menjadi 4, yaitu :
  • Terikat pada alam
            Pada umumnya karena tersediaan dan kemudahan bahan baku.
            Contoh : Perusahaan timah, emas, minyak bumi.
  • Terikat sejarah
            Perusahaan menjalankan aktivitasnya di suatu  daerah tertentu karena hanya dapat di jelaskan berdasarkan sejarah.
            Contoh : Perusahaan batik, pekalongan.
  • Ditetapkan oleh pemerintah
Perusahaan yang didirikan atas dasar pertimbangan, keamanan, politik dan kesehatan.
Contoh : Perusahaan kimia, limbah dampaknya dapat ditekan serendah mungkin.
  • Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi
Yang bersifat industri adalah : ketersediaan bahan mentah, tenaga air, tenaga kerja, modal, transportasi, kedekatan dengan pasar, dan kesesuaian iklim.

III.    Perusahaan dan Lembaga Sosial
Perusahaan adalah suatu unit kegiatan produksi yang menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat jadi bukan untuk mencapai keuntungan maximal tapi juga mempunyai tujuan membuka kesempatan kerja, pertimbangan politik dan upaya pengabdian kepada masyarakat.
3.1. Tujuan Pendirian Perusahaan
Di badakan menjadi 2, yaitu :
  • Tujuan ekonomis
Berkenaan dengan upaya perusahaan untuk mempertahankan eksistensinya.
Contoh : Menciptakan laba, pelanggan, keinginan konsumen, tenaga produk, kualitas, harga, kuantitas, pelanggan (inovatif).
  • Tujuan social
Perusahaan memperhatikan keinginan investor, karyawan, penyedia, factor-faktor produksi, maupun masyarakat luas.
Kedua tujuan tersebut saling mendukung untuk mencapai tujuan utama perusahaan, yaitu memberi kepuasan kepada keinginan konsumen ataupun pelanggan.


3.2. Perusahaan Sebagai Suatu Sistem
System adalah suatu kesatuan dari unit-unit yang saling berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsungdalam rangka mencapai tujuan tertentu. Perusahaan adalah suatu system karena merupakan kombinasi dari berbagai sumber ekonomi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi proses produksi serta distribusi barang dan jasa untuk mencapai tertentu antara lain keuntungan, pemenuhan kebutuhan masyarakat,maupun tanggung jawab social.
Kepada pemilik modal => pengelolaan keuangan dan kemajuan perusahaan.
Kepada lembaga peneliti => membantu pendanaan.
Kepada pekerja => membayar gaji dan memenuhi fasilitas kerja.
Kepada konsumen => menyediakan B&J yang bagus.
Kepada pemerintah => membayar pajak.

3.3. Sifat Sistem Perusahaan
Ada beberapa sifat :
  • Kompleks
  • Sebagai suatu kesatuan / unit.
  • Sifatnya beragam.
  • Saling tergantung.
  • Dinamis

3.4. Fungsi-fungsi Perusahaan
Ada 2 fungsi perusahaan apabila kedua fungsi tersebut dijalankan dengan lancer, terkoordinir, terintegrasi dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.
  • Fungsi operasi
Pembelian dan produksi, pemasaran, keuangan, personalia, fungsi operasi utama perusahaan, akuntansi, administrasi, teknologi informasi, transformasidan komunikasi, pelayanan umum dan uu, fungsi operasi penunjang.
  • Fungsi manajemen
Perencanaan, pengorganisasian, pengarah, pengendalian.
Bila keduanya berjalan dengan baik perusahaan akan menjalankan operasinya dengan lancer, terkoordinasi, terintegrasidalam rangka mencapai tujuan.
3.5. Ciri-ciri Perusahaan
Mencerminkan kekhasan yang membuat perusahaan bersangkutan mudah dikendali.
Cirri umumnya :
  • Operatif
Adanya aktivitas ekonomi yang berkenaan dengan kegiatan produksi, penyedia / distribusi barang dan jasa.
  • Koordinatif
Diperlukan koordinasi semua pihak agar saling mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan.
  • Regular
Untuk mencapai kesinambungan perusahaan diperlukan keteraturan yang dapat mendukung aktivitas agar dapat selalu bergerak maju.
  • Dinamis
Lingkungan selalu berubah oleh karena itu mampu mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap perubahan.
  • Formal
Tunduk kepada peraturan yang berlaku setelah memenuhi persyaratan pendirian,
  • Lokasi
Perusahaan didirikan pada suatu tempat tertentu dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.
  • Pelayanan Bersyarat
Keberhasilan perusahaan tersebut terhadap visi dan misi dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.


Lingkungan Perusahaan
Keseluruhan dari factor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya.
Pada dasarnya lingkungan perusahaan dibedakan menjadi :
1.   Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal perusahaan yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan perusaan.
Lingkungan eksternal perusahaan dapat dibedakan menjadi :
A)    Lingkungan eksternal makro
Adalah lingkungan eksternal  yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan usaha. Contoh :
  • Keadaan alam => SDA, lingkungan.
  • Politik dan hankam => kehidupan operasional perusahaan sangat terpengaruh oleh politik dan hankam Negara dimana perusahaan berada => menciptakan.
  • Hukum
  • Perekonomian
  • Pendidikan dan kebudayaan
  • Social dan budaya
  • Kependudukan
  • Hubungan internasional.
B)     Lingkungan eksternal mikro
Adalah lingkungan eksternal yang pengaruh langsung terhadap kegiatan usaha.
Contoh :
  • Pemasok / supplier : yang menunjang kelangsungan operasi perusahaan.
  • Perantara, misalnya distribotur, pengecer yang berperan dalam pendistribusian hasil-hasil produksi ke konsumen.
  • Teknologi : yang berkaitan dengan perkembangan proses kerja, peralatan metode, dll.
  • Pasar, sebagai sasaran dari produk yang dihasilkan perusahaan.
2.   Lingkungan Internal
Adalah factor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi.
Contoh :
  • Tenaga kerja
  • Peralatan dan mesin
  • Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana)
  • Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan
  • System informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan.

Faktor Lingkungan
  1. Lingkungan perekonomian yang erat berhubungan dengan pasar dimana diadakan penjualan dan pembelian barang dan jasa.
  2. Lingkungan seperti politik, pemerintah, hokum, dan militer yang mengatur kegiatan perusahaan.
  3. Keadaan social meliputi berbagai golongan penduduk dengan sikap kepercayaan, tingkah laku yang dicerminkan dalam lembaga social yang ada.
Dari ketiga golongan diatas masih dapat diperinci lagi menjadi sub factor:
  1. Tanah dan alam sekitar. Tanah dan sumber alam merupakan salah satu factor penting untuk kegiatan perusahaan.
  2. Ilmu pengetahuan dan seni. Ilmu penegtahuan menunjukkan metode, manajemen kepada pimpinan dalam mengelola perusahaan. Penerapan ilmu pengetahuan dalam dunia perusahaan akan dapat membantu menggali ilmu pengetahuan lebih lanjut.
  3. Pemerintah dan hukum. Aspek positif dari pemerintah akan dibutuhkan oleh perusahaan ialah perlindungan terhadap hak milik, pemeliharaan tata hukum, dan keamanan, serta penggunaan keuangan, tetapi pemerintah perlu mengadakan pembatasan dengan mengadakan pemungutan pajak dan tarif.
  4. Uang, kredit, kapital. Uang kredit merupakan darah bagi kehidupan perusahaan. Apabila uang, kredit, dan kapital ini lambat akan menghambat jalannya perusahaan. Sebaliknya, jika jumlah yang terlampau banyak akan mengganggu perusahaan. Uang sebagai alat pembayaran, termasuk kredit didalamanya. Mengenai kapital perusahaan tidak akan dapat menjalanka fungsinya tanpa kapital.dana kapital ini dalam bentuk terkumpulnya uang atau kredit yang diinfestasikan dalam perusahaan.
  5. Tersedianya tenaga kerja. Tenaga kerja dalam perusahaan pada umumnya bersatu dalam bentuk serikat kerja. Berhasilnya perusahaan tergantung pada tingkat ketrampilan, kesehatan, dan sikap dari tenaga kerja. Hal ini sangat tergantung pada system pendidika, standar hidup, dan inisiatif dari masyarakat.
  6. Sikap konsumen. Usaha perusahaan untuk mengurangi resiko dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dengan memperhatikan sikap konsumen dan publik.
  7. Kepercayaan dan agama. Mempengaruhi tingkah laku manusia serta etika masyarakat, hal ini mempengaruhi kebijaksanaan perusahaan yang diambil oleh manajer. Standar etika ini harus diikuti oleh perusahaan.
  8. Hubungan internasional. Hunungan ini meliputi penyediaan sumber ekonomi, bahan perdagangan dan politik mungkin tidak terbatas pada bahan dasar, tetapi juga berupa tenaga kerja terdidik yang didatangkan dari luar negeri. 

sumber : 
http://srisetya.staff.gunadarma.ac.id
http://septinalove.blogspot.com/2010/06/lingkungan-perusahaan.html (Love Septina Blog)